Mencari-(kan) Jodoh Sesulit Menemukan Jarum dalam Jerami
Sudah beberapa kali ini, suami saya bercerita dengan mimik sedih. Yap, edisi mencomblangkan ikhwan yang cukup umur (kalau tidak mau dikatakan agak tua :D) dengan akhwat yang cukup matang berumah tangga gagal di tengah jalan. Ada saja alasannya. Terkadang, pihak ikhwan merasa kalau si akhwat kurang cantik (laah, hari gini masih ada yak?), ataupun akhwat yang merasa kalau si ikhwan yang datang kurang mapan dan tidak (terlihat) sholeh. Begitulah lika-likunya. Semakin matang usia para pencari jodoh ini, maka semakin rumit juga rumusnya. Entahlah, saya yang bukan comblangers saja, bisa menyimpulkan begitu. Yah, mungkin ini sifatnya subjektif. Tapi, suami yang sudah berpengalaman (anggap saja sudah bertahun-tahun) mempertemukan dua insan dalam mahligai cinta ini pun akhirnya seringkali angkat tangan. Pernah, seorang ikhwan yang cukup umur (hampir berusia 40 tahun), dipanasi-panasi oleh suami saya agar segera memilih pendamping. Dia, si ikhwan ini, sudah bekerja, memiliki pe...