Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2015

Kupinang Engkau dengan Avanza

Gambar
Pinang-meminang.  Kata itu seperti hantu gentayangan saat saya masih menyandang status jomblo. Yup, siapapun yang sudah menikah pernah menyandang status membanggakan ini bukan? Walaupun pertama kali mendengar kata sakti itu ingatan saya langsung melayang pada acara Panjat Pinang saat hajatan 17 Agustus digelar. Kata-kata sakti yang juga terkadang bikin sakit gigi kalau tidak mau dikatakan sakit hati.  Apalagi jika teman-teman seangkatan kita perlahan sirna dari peredaran karena sibuk berkeluarga. Sibuk urus anak, urus istri ataupun suami. Jadilah hati yang serupa gumpalan jelly ini terkoyak-koyak perih. *eeeeh Kupinang Engkau yang ‘Available’ Masih jelas kenangan saya dengan kata-kata ini. Saat itu saya masih duduk di bangku kelas 6 Pesantren Persis Bangil. Setara dengan kelas XII kalau sekarang. Teman sekamar saya, yang super pinter tetiba menunjukkan sebuah buku bersampul abu keunguan dengan judul “Kupinang Engkau dengan Hamdalah.” Eh, bisa ya? Begitu pikir s...

Cara Menulis Naskah Nonfiksi

Gambar
Ingin membuat naskah nonfiksi namun bingung mau memulai dari mana? Sebenarnya, membuat naskah nonfiksi cukup mudah kok. Asal kita tahu langkah-langkahnya. Walau dulu saya memulai menulis di media cetak dari tulisan fiksi (cerpen) tapi buku saya yang pertama lahir justru buku nonfiksi. Berturut-turut hingga belasan buku masih tetap nonfiksi. Hehe. Mengambil Tema yang Kita Kuasai Langkah pertama adalah menentukan tema yang ingin kita tulis. Tema untuk penulisan nonfiksi banyak sekali ragamnya. Nonfiksi adalah karangan yang berdasarkan fakta bukan imajinasi ataupun sastra  Mulai dari tema agama, kesehatan, kecantikan, pendidikan, ekonomi, dan lain-lain. Misalnya, kita ingin menulis naskah nonfiksi dengan tema agama. Tema ini tentunya lebih kita persempit lagi hingga menjadi satu bahasan yang runcing dan tajam. Misal, suatu ketika ada permintaan untuk membuat buku dengan tema manajemen sakit hati.  Nah, tema ini agak sulit kalau dibuat sama persis dengan judul itu. Mas...

Cara Mudah Menerbitkan Buku untuk Pemula

Gambar
Beberapa kiriman pertanyaan seringkali menghampiri inbox fesbuk saya. Sekedar menyapa, atau memberikan apresiasi terhadap buku yang pernah saya tulis.  Ada juga yang bertanya-tanya mengenai cara menerbitkan buku. Suka menulis Sebelum aktif menulis seperti sekarang, saya sudah menyukai dunia tulis menulis sejak kecil. Sejak sekolah dasar bahkan. Dulu, seingat saya walaupun nilai matematika saya bagus, tapi tak pernah berminat untuk ikut olimpiade matematika, malah maunya ikut lomba mengarang. Hehe. Tapi, saat itu saya belum pernah menerbitkan karya di media cetak. Sekedar menulis di mading pesantren, atau menulis cerpen serta cerbung di sebuah buku. Buku itu pun keliling pesantren sampai lecek. Cerpen dan cerbungnya macam-macam. Sebagai santri, memang hiburan sangat terbatas di dalam dinding pesantren. Jadilah buku dengan tulisan tangan itu gentayangan kemana-mana. Nah, baru di tahun 2007 pasca menikah, suami yang kebetulan memiliki kenalan seorang jurnalis di sebuah med...