Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2018

Menikmati Indahnya Lantunan Adzan di Bumi Pertiwi

Gambar
Sebagian pembaca mungkin sedikit heran dengan penulisan ‘adzan’ yang tidak sesuai dengan KBBI terbaru, yaitu ‘azan’. Bukan kenapa-kenapa sebenarnya, tapi saya lebih suka untuk menulis ‘adzan’ ketimbang ‘azan’. Anggap saja ini adalah selingkung dalam penulisan di blog-blog yang saya kelola.  Baru-baru ini ‘adzan’ menjadi tren penelusuran ( trending topic) di beberapa media konvensional baik cetak dan elektronik, juga pada media sosial. Tak kalah garang, media sosial yang memiliki ragam jurnalis mandiri—jika saya boleh katakan, karena semua orang bisa menulis dan memberitakan sesuatu tanpa harus peduli dan patuh pada kode etik jurnalisme.  Hati kami tertaut dengan masjid. Ada banyak pertentangan, sekaligus rasa duka cita. Kenapa lantunan adzan yang sudah ratusan tahun ada di bumi pertiwi ini mulai diusik-usik sebagai ‘polusi suara’. Menurut saya, adzan yang hanya berkumandang tidak lebih dari 3 menit ini sangatlah indah. Bukan karena saya seorang Muslimah....

Kapankah Waktu yang Tepat Membaca Doa Qunut Sesuai Sunnah Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam?

Gambar
Sebagaimana pembahasan sebelumnya mengenai “Tepatkah Membaca Doa Qunut Shubuh?” kita akan melanjutkan penjelasan mengenai doa qunut yang sesuai dengan hadits sahih dan sunnah Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam. Doa qunut dalam shalat Shubuh seperti pembahasan di sini, memiliki dasar dan landasan yang kurang kuat, sebab haditsnya lemah (dilemahkan pula oleh empat imam: Imam Ahmad, An-Nasaai, Ibnu Dawud, serta Ibnu Ma’in). Sehingga, bisa kita pahami bahwa membaca doa qunut khusus shalat Shubuh sebenarnya tidak dicontohkan oleh Rasulullah Shalallallahu Alaihi wa Sallam.  Pixabay Namun, doa qunut tetap merupakan syariat dan hukumnya sunnah diamalkan saat terjadi kesusahan ataupun musibah bagi kaum Muslimin. Hal ini dikuatkan dengan keterangan-keterangan hadits sahih. Bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam berqunut ketika ada musibah yang dialami oleh kaum Muslimin.  Dilakukan di semua shalat lima waktu, dari Shubuh, Dzuhur, Ashar, Maghrib, dan...

Sahkah Shalat Shubuh Sendiri Tanpa Qunut?

Gambar
Seseorang bertanya, “Bagaimana hukum shalat Shubuh tanpa membaca doa qunut? Apakah sah shalatnya?” Sebelum kita menjawab pertanyaan tersebut, alangkah baiknya jika kita memahami dahulu tentang syariat qunut dalam shalat, utamanya dalam shalat Shubuh sebagaimana pertanyaan tersebut.  Saat Shubuh. Ulama-ulama fikih telah bersepakat bahwa qunut hanya boleh dilakukan dalam I’tidal rakaat terakhir di lima waktu shalat yaitu Shubuh, Dhuhur, Ashar, Maghrib, dan Isya saat kaum Muslimin dalam keadaan kesulitan, bahaya, dan ancaman.  Sedangkan mengenai qunut dalam shalat Shubuh maka ada beberapa pendapat. Pendapat yang menyatakan bahwa hukum qunut adalah sunnah karena terus dilakukan oleh Rasulullah Shallallahu Alaihi wa  Sallam hingga beliau meninggal dunia.  Pendapat ini dikuatkan oleh hadits berikut:  وَلِأحْمَدَ وَالدّارَقُطْنِيّ نَحْوُهُ مِنْ وَجْهٍ آخَرَ, وَزَادَ: فَأَمّا فِي الصّبْحِ فَلَمْ يَزَلْ يَقْنُتُ حَتّى فَارَقَ الدّنْيَا ...

Doa Qunut Bahasa Indonesia, Arab, dan Terjemah Beserta Analisis Hukumnya

Gambar
Memahami sifat shalat adalah hal yang wajib kita lakukan sebagai Muslim dan Muslimah—yang berusaha taat kepada Allah Ta'ala dan menjalankan kewajiban-Nya. Demikian halnya dengan memahami syariat doa qunut dalam shalat Shubuh. Apakah hal ini disyariatkan sebagaimana perintah Rasulullah Shallallalhu Alaihi wa Sallam, ataukah kita perlu memahami bahwa doa qunut yang telah lama kita kenal sebenanya memiliki hukum dan pemahaman berbeda. Berilmu kemudian beramal. Doa qunut yang masyhur di kalangan ahlus sunnah wal jamaah adalah sebagai berikut: اللهُمَّ اهْدِنَا فِيمَنْ هَدَيْتَ، وَعَافِنَا فِيمَنْ عَافَيْتَ، وَتَوَلَّنَا فِيمَنْ تَوَلَّيْتَ، وَبَارِكْ لَنَا فِيمَا أَعْطَيْتَ، وَقِنَا شَرَّ مَا قَضَيْتَ، إِنَّكَ تَقْضِي وَلَا يُقْضَى عَلَيْكَ، إِنَّهُ لَا يَذِلُّ مَنْ وَالَيْتَ، تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ Doa Qunut dalam Bahasa Indonesia Allahummahdinaa fiiman hadait, wa aafainaa fiiman aafait, wa tawallainaa fiiman tawallaita, wa baariklan...

Doa Setelah Shalat Dhuha Sesuai Sunnah, Latin, Arab dan Maknanya

Gambar
Shalat Dhuha merupakan sunnah Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam yang sepantasnya kita laksanakan. Shalat Dhuha memiliki banyak keutamaan. Selain itu, ada juga doa dhuha yang seharusnya kita mengerti.  Shalat Dhuha juga disebut sebagai shalat “Awwabiin” yaitu shalatnya orang-orang yang bertobat.  Sempatkan berdhuha. Shalat Dhuha dilaksanakan saat pagi hari, yaitu ketika anak-anak onta meninggalkan induknya karena kepanasan. Ini semakna dengan sekitar pukul 08.00 WIB hingga 10.00 WIB.  Shalat Dhuha bisa dilaksanakan dua rakaat hingga empat rakaat. Dengan cara pelaksanaan dua rakaat salam dan dua rakaat salam. Adapun mengenai shalat Dhuha hingga 12 rakaat, maka hukumnya lemah karena sanad haditsnya memiliki kelemahan. Untuk selengkapnya bisa dibaca di artikel ini.  Menelaah Kelemahan Hadits Shalat Dhuha 12 Rakaat Bacaan shalat Dhuha seperti halnya bacaan shalat lainnya. Namun, setelah shalat Dhuha kita disunnahkan untuk mengucapkan doa dhuha...

Dzikir Ketika Ihram Sesuai Sunnah Rasulullah Shalallallahu Alaihi wa Sallam

Gambar
Ihram merupakan salah satu rukun haji yang harus ditunaikan. Di dalam bahasa Arab, ihram berasal dari kata haram yang memiliki asal kata haram, yaitu sesuatu yang terhormat dan kemudian terlarang karena adanya kehormatannya.  Memperbanyak dzikir dan berdoa ketika menunaikan haji ataupun umrah. Ihram memiliki arti seseorang yang mempunyai niat dan dalam melaksanakan ibadah haji ataupun umrah. Sehingga, ihram bukanlah bermakna sekadar siap dengan pakaian. Namun sudah benar-benar berniat melaksanakan rukun-rukun haji ataupun umrah.  Berihram berarti mempunyai niat untuk melaksanakan ibadah haji dan umrah dengan adanya waktu, tempat, dan cara-cara tertentu.  Dengan adanya keadaaan berihram maka ada beberapa keadaan yang diharamkan. Misalnya, menggunakan minyak wangi ataupun memotong rambut. Keadaan ini berlangsung selama menunaikan ibadah haji. Jika telah ditunaikan maka, hal-hal yang terlarang tadi diperbolehkan. Allah Taala telah menetapkan doa dan...

Menelaah Kelemahan Hadits Shalat Dhuha 12 Rakaat

Gambar
Ragam pertanyaan yang masuk di email kami adalah bagaimana cara melaksanakan shalat dhuha 12 rakaat.  Apakah dua rakaat salam, dua rakaat salam, ataukah bisa dengan empat rakaat salam seperti halnya saat shalat Isya? Meraih keutamaan shalat Dhuha. Sebelum menjawabnya, ada baiknya kita memahami dan mengkaji hadits yang menjelaskan mengenai 12 rakaat shalat dhuha.  Hadits yang menjelaskan mengenai 12 rakaat shalat dhuha adalah sebagai berikut.  وَعَنْ أَنَسٍ رَضِيَ اللّهُ تَعَالَى عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم: مَنْ صَلّى الضّحَى ثِنْتَيْ عَشْرَةَ رَكْعَةً, بَنَى اللّهُ لَهُ قَصْراً فِي الجَنّةِ رَوَاهُ التّرْمِذِيّ, وَاسْتَغْرَبَهُ  “Dari Anas ia berkata, ‘Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, ‘Barang  siapa shalat Dhuha 12 rakaat, niscaya Allah bangunkan dengan nya istana di surga.’”(HR. Tirmidzi) Sayangnya, hadits tersebut ternyata tidak ditemukan di dalam Sunan At-Tirmidzi.  Hadits yang ada da...

Kapankah Waktu Sholat Dluha Terbaik Sesuai Sunnah Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam?

Gambar
Seringkali kita kebingungan dengan waktu terbaik sholat dluha. Ada yang mengatakan pada pagi hari, tapi tidak jelas dari jam berapa hingga jam berapakah kita bisa menunaikan sholat dluha. Ada juga yang mengatakan saat matahari agak tinggi.  Nah, sebenarnya waktu terbaik untuk sholat dluha ini kapankah?  Saat matahari mulai meninggi. Untuk menjawabnya mari kita mencermati beberapa hadits sahih berikut ini.  وَعَنْ زَيْدِ بْنِ أَرْقَمَ رَضِيَ اللّهُ تَعَالَى عَنْهُ, أَنّ رَسُولَ اللهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ: صَلاَةُ الأَوّابِينَ حِينَ تَرْمَضُ الفِصَالُ رَوَاه التّرْمِذِيّ  “Dari Zaid bin Arqam, bahwasanya Rasulullah saw bersabda, ‘Shalat orang yang banyak bertobat itu ialah ketika anak-anak onta kepanasan.’” (HR. Tirmidzi)  Takhrij Hadits Hadits diriwayatkan oleh Muslim dalam Shahihnya 1:515; Ahmad dalam Musnadnya 32:71; Bazzar dalam Musnadnya 10:225; Ibu Hibban dalam Shahihnya 6:280; Ibnu Khuzaimah dalam Shahihnya 2:229;Abu Dawud at-Thay...

Mempertahankan Mood Menulis

Gambar
Apa hal terbesar yang membuat kamu tetap bertahan menulis?  Kalau saya, tentu saja karena saya butuh menuliskan ide-ide, pikiran, dan lainnya dalam sebuah narasi. Yap, tiap orang berbeda-beda. Saat ini pun, selain mengedit, saya pun menulis naskah. Semoga saja bulan ini bisa saya kirimkan ke penerbit yang saya incar. Aamin.  Mempertahankan mood menulis bisa juga dengan berlibur. Namun, ada kalanya menulis menjadi sesuatu yang sulit. Bukan apa-apa sebenarnya, saya melihat jika tulisan tersebut membutuhkan riset panjang, dan agak tak terjangkau penulis maka tulisan itu akan lama selesainya. Bukan berarti tidak selesai.  Misalnya, saat saya menulis buku-buku pesanan penerbit. Ada banyak, dari kesehatan holistik hingga agama. Nah, tema-tema yang sulit ini akan membuat kita melakukan banyak riset. Apalagi jika bukan bidang yang kita kuasai. Misalnya saja kesehatan. Riset untuk menulis buku-buku kesehatan membutuhkan waktu yang lama.  Lalu, bagaimana de...