Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2017

Fenomena Nikah Siri: Solusi ataukah Masalah bagi Perempuan dan Keluarga?

Gambar
Saat mendengar pernikahan siri, kebanyakan orang langsung mengaitkannya dengan pernikahan tanpa restu orang tua, pernikahan rahasia, dan tidak dicatatkan di KUA. Benarkah demikian? Beberapa waktu lalu, salah satu tetangga saya menikah. Namun, pernikahannya tidaklah seperti pernikahan umumnya. Sebab, tidak ada undangan untuk menghadiri walimah, tidak juga ada kabar-kabari dan berita tentang pernikahannya. Anggap saja namanya Reni (38 tahun). Tahu-tahu sudah dikabarkan menikah. Begitu saja. Perempuan perlu belajar banyak mengenai hukum-hukum pernikahan Reni sebelumnya adalah single parent dengan satu anak yang duduk di bangku SMP. Reni sudah lama melajang, mungkin sekitar sepuluh tahun. Bukannya tidak menarik, Reni adalah perempuan yang cantik.  Banyak yang tertarik untuk menikah dengannya. Sayangnya, tidak masuk kriteria Reni. Single parent ini menginginkan suami yang mapan. Seorang Pegawai Negeri Sipil, ataupun pegawai BUMN. Bukannya tidak ada p...

Masuk Islam dengan Hidayah Allah SWT (Ustazah Irena Handono)

Gambar
Masuk Islam dengan rahmat dan hidayah Allah Ta'ala. Copyright: Pixabay Ruangan perkuliahan tiba-tiba terasa panas. Seorang mahasiswi muda dengan berani maju ke depan, dan menggambar bujur sangkar.  “Jika memang Allah itu bisa digambarkan dengan segitiga seperti itu. Maka seiring dengan kecanggihan teknologi, manusia akan membutuhkan pribadi Allah lainnya yang lebih banyak,” sang mahasiswi berargumen dengan suara tegas.  “Maksud kamu apa?” sang dosen bertanya dengan nada galak. “Jika Allah bisa digambarkan dengan garis A—B, B—C, C—A. Saya juga bisa menggambarkan Allah dengan formula tersebut,” si gadis menjawab tangkas. Diikuti dengan pandangan tak suka dari sang dosen.  Irena Handono lahir pada 30 Juli 1954 di Surabaya, Jawa Timur. Irena kecil tumbuh di lingkungan religius yang taat. Kedua orang tuanya adalah keturunan Tionghoa, dari keluarga non Muslim. Selain itu, kehidupan Irena saat itu nyaris sempurna.  Orangtuanya adalah seorang pengusaha k...

Heboh Mahar Fantastis Raisa—Hamish, Begini Ternyata Pandangan Islam!

Gambar
Besarnya mahar selalu menjadi perbincangan menarik. [Pixabay] “Saya nikahkan putri kandung saya, yaitu bernama Raisa Andriana, kepada engkau dengan maskawin 500 gram logam mulia dibayar tunai,” begitulah ucapan ayahanda Raisa, saat prosesi ijab kabul pada pernikahan Raisa dan Hamish Daud Minggu (03/09/2017) lalu.  Membincangkan mahar yang diterima Raisa, jagat internet gempar. Mahar tersebut konon setara dengan uang Rp300 juta, atau bisa pula dinilai sama dengan 120 kambing gemuk dan sehat.  Tentu saja, bikin baper dan ngiler fans garis keras Hamish Daud, sebaliknya malah membuat banyak pria minder!  Banyak yang berpendapat, betapa beruntungnya Raisa. Namun, ada juga yang mengatakan kalau mahar tidak perlu demikian mewahnya, sehingga terkesan memberatkan. Pada dua pendapat ini, sebenarnya Islam memiliki pandangan tersendiri.  Sunah Rasulullah  Shallallahu Alaihi wa Sallam  Terkait Mahar Mahar atau maskawin adalah pemberian yang wajib dib...

Bocah Cilik Penghafal Al-Qur’an (Ruqayyatu Fatahu Umar)

Gambar
Al-Quran pedoman sejati hidup Muslim  Hari-Hari Bersama Al-Qur’an Angin berhembus kencang menerbangkan sisa-sisa dedaunan kering yang semalam tercuci air hujan. Hal yang sangat disyukuri perempuan muda berkerudung itu. Ia pelan-pelan melangkah di sepanjang jalanan yang berlumpur dan tergenang air. Warna tanah yang kemerahan, dan debu-debu yang tidak terbilas hujan masih saja menjadi pemandangan dominan di daerah tersebut.  Noda terpercik di ujung rok panjangnya. Seharusnya, ia tidak berpakaian putih. Tapi lembaga tahfidz tempat bekerja mewajibkan memakai baju putih di saat mengajar. Sementara, si kecil yang berada di dalam ayunan punggungnya, masih terlelap karena harus bangun di waktu subuh. Sayyada Maimunatu Syaikh Dahiru merapikan gendongan putri kecilnya, Ruqayyatu. Si kecil masih nampak asyik di dunia mimpi, sehingga goncangan lembut dari sang ibu tidak membuatnya bergeming sedikitpun. Sudah pukul tujuh rupanya. Beberapa anak mulai memenuhi ruang kelas...