Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2018

Adab dan Etika Muslimah Bermedia Sosial

Gambar
Dinamika politik mulai memanas menjelang tahun pemilihan. Apalagi jika ini dirasakan oleh emak-emak seperti saya, yang memiliki beberapa akun media social.  Ada fesbuk, twitter, dan instagram. Walaupun yang paling aktif adalah fesbuk dan twitter. Karena saya ogah pasang foto pribadi di beranda instagram. Juga tak mau memasang aplikasinya di gawai saya yang memorinya rada berjubel akibat file-file editan, e-book, ataupun majalah online. Waspada dengan memahami adab dan etika muslimah bermedia sosial. Adakah emak yang merasa baper? Sebel? Kecewa? Jika memosting sesuatu, maka tiba-tiba ada tanggapan yang membuat diri kita kaget setengah hari? Akhirnya debat tak berujung pun dimulai. Hehe. Sebetulnya, keberpihakan pada hal yang diyakini adalah sesuatu yang wajar. Bagi saya, tidak ada kata netral dalam bersikap. Setiap kita memiliki pilihan, nah dalam pilihan itulah dia bersikap demikian.  Area abu-abu tidak mungkin dimiliki seorang Muslim. Dirinya harus tegas...

Cara Terkini Mempromosikan Novel di Beranda Fesbuk

Gambar
Liburan ini cukup panjang. Setelah berdaya juang cukup tinggi dalam masa Syawal, hari-hari ini saya ingin menulis ala curhatan di blog ini. Biasanya, saya isi dengan niche doa dan teman-temannya. Untuk kali ini saya butuh menulis dengan lebih ekspresif. Alias curhat. :) Menulis bagi saya adalah seni mengolah rasa dan mood. Haha. Biasanya saya leluasa bikin status ini dan itu di medsos. Seperti fesbuk, twitter, dan teman-temannya. Tapi, entah kenapa kok akhir-akhir ini saya agak lebay tak ingin bermedsos sementara. Cukup dengan melihat timeline beberapa saat, lalu medsos saya tutup. Apa karena sedemikian sibuknya? Padahal ya nggak sibuk-sibuk amat sih ya. Cuma, memang mengawal tiga anak yang kecil-kecil di rumah saja, dan hanya terkadang keluar untuk berlibur cukup menyita waktu, Gaes. Begitu kata anak saya yang mulai remaja.  Karena tidak ada televisi di rumah jadilah santapannya Youtube. Ya, ya sudah saya hadang semua yang serba serem untuk anak-anak. Saya meras...

Menjadi Ibu Rumah Tangga Bahagia: Bagaimana Caranya, Mom?

Gambar
Hari ini tangan saya gatal untuk menulis tentang hal yang seringkali membuat banyak ibu rumah tangga minder dan tak percaya diri. Kenapa? Karena kebanyakan menilai bahwa profesi ini adalah tidak keren, dan sangat membosankan. Bukan begitu, Mom? Ibu laksana pohon. Akar menghujam, daun menjuntai. Apalagi jika si ibu adalah perempuan berprestasi. Punya segudang aktivitas, sejembreng piagam dan pencapaian. Dianggap hal yang bodoh jika memutuskan untuk tidak bekerja (di luar rumah) atau ngantor. Saat temu reuni, atau keluarga besar entah mengapa banyak perempuan yang bekerja sebagai ibu rumah tangga saja ini minder nggak ketulungan. Jadilah, untuk menutupi keminderannya ia memakai perhiasan bling-bling lebay, atau baju dan tas bermerk. Hanya untuk menunjukkan bahwa dirinya BAHAGIA. Adakah yang demikian?  Terkadang, bahkan mungkin menangis diam-diam karena merasa energi kelelahan dan tidak ada waktu untuk me time . Menyesali nasib sembari memandang popok, dan gunungan pir...