Adab dan Etika Muslimah Bermedia Sosial
Dinamika politik mulai memanas menjelang tahun pemilihan. Apalagi jika ini dirasakan oleh emak-emak seperti saya, yang memiliki beberapa akun media social. Ada fesbuk, twitter, dan instagram. Walaupun yang paling aktif adalah fesbuk dan twitter. Karena saya ogah pasang foto pribadi di beranda instagram. Juga tak mau memasang aplikasinya di gawai saya yang memorinya rada berjubel akibat file-file editan, e-book, ataupun majalah online. Waspada dengan memahami adab dan etika muslimah bermedia sosial. Adakah emak yang merasa baper? Sebel? Kecewa? Jika memosting sesuatu, maka tiba-tiba ada tanggapan yang membuat diri kita kaget setengah hari? Akhirnya debat tak berujung pun dimulai. Hehe. Sebetulnya, keberpihakan pada hal yang diyakini adalah sesuatu yang wajar. Bagi saya, tidak ada kata netral dalam bersikap. Setiap kita memiliki pilihan, nah dalam pilihan itulah dia bersikap demikian. Area abu-abu tidak mungkin dimiliki seorang Muslim. Dirinya harus tegas...