Ada Kodok Menangis
Kejadiannya persis di kolam samping rumah saya, ketika saya hendak membersihkan rumpur liar yang tumbuh karena hujan deras yang turun tak bervolume akhir-akhir ini. Niat yang harus saya tunda untuk beberapa saat. Kodok itu dengan mata yang sayu–kalau boleh saya katakan demikian- - terus mengeluarkan air mata. Agak terkaget-kaget saya mengucek mata, kali ini mata saya tidak gatal. Tapi berusaha memahami, kodok pun punya kelenjar air mata. Kodok adalah kodok, bukan kodok simbol. Air mata sering diidentikkan dengan sesuatu yang menyedihkan. Maksudnya jika seseorang berada dalam sebuah kesedihan maka dia wajib mengeluarkan air mata, sebagai bukti bahwa kesedihannya itu tidak palsu. Kesedihan ternyata juga bisa direkayasa. Kiranya ini pendapat beberapa orang. Menunjukkan wajah sedih saja ternyata tidak cukup. Maka kesedihan pun menjadi lekat dengan perempuan. Ini karena perempuan adalah makhluk yang konon paling sering meneteskan air mata. Tak peduli apakah itu a...